Cari Blog Ini

Senin, 06 Februari 2017

MATERI PERMUTASI

PERMUTASI
Permutasi adalah susunan obyek-obyek dengan memperhatikan urutan.
Contoh :
Ada 3 oarang anak A , B , C akan dipilih sebagai calon ketua kelas dan sekretaris. Maka kemungkinan urutan nama calon tersebut diatas yang akan menjadi ketua dan sekretaris adalah AB, BA, AC, CA, BC, dan CB.

OPERASI  PERMUTASI
a.    Permutasi dengan prinsip penjumlahan
     Misal :
     Asep dari Bandung akan ke Lampung. Jika terdapat 4 pesawat udara dan 3 bis yang dioperasikan antara 2 kota tersebut. Ada berapa cara yang dapat dilakukan Asep.

     Penyelesaian :
     Asep dapat pergi dari Bandung ke Lampung menggunakan pesawat udara dengan 4 cara dan dengan bis 3 cara jadi jumlah cara yang dapat dilakukan oleh Asep adalah 4 + 3 = 7 cara.
     Catatan : Dari 4 pesawat dan 3 bis tersebut berangkatnya tidak bersamaan atau saling eksklusif.

     Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa jika 2 operasi atau lebih saling eksklusif dimana operasi pertama dilakukan dengan n cara, kedua dengan m, ketiga dengan p …. Dan operasi ke k dengan q cara maka dapat dituliskan dengan n + m + p + …+ q cara .
b.    Permutasi dengan prinsip perkalian
     Contoh :

     Jika ada 3 rute dari kota A ke kota B dan 4 rute dari kota B ke kota C maka ada berapa cara yang dapat ditempuh dari kota A ke kota C melalui kota B.
Penyelesaian :



                               

    


  Ada tiga cara yang dapat ditempuh dari kota A ke kota B dan dengan mengambil satu dari rute ini dapat dilanjutkan denagn 4 cara lagi menuju kota C, sehingga cara keseluruhan dari kota A ke kota C melalui kota B ada
 ( 4 + 4 + 4 ) = 3 x 4 = 12 cara yang ditempuh.
Jika suatu operasi dapat dilakukan dengan m cara, kedua dengan n, ketiga dengan p …  
Dan operasi ke k dengan q cara maka dapat dituliskan dengan m p x …x cara.

c.    Permutasi n obyek berbeda yang setiap kali diambil seluruhnya.

Dengan prinsip perkalian n obyek dapat disusun dalam n x ( n – 1 ) x …x 3 x 2 x 1 atau n! cara. Biasanya banyaknya permutasi dari n obyek berbeda yang setiap kali diambil seluruhnya dinotasikan dengan  
(dibaca Permutasi n dari n).



Contoh :
Diketahui ada 4 orang anak tersedia 4 kursi. Ada berapa cara untuk menempatkan siswa itu pada kursi yang tersedia.

Penyelesaian : 

   

d.   Permutasi n obyek berbeda yang setiapkali diambil r obyek
     Contoh :
     Ada berapa cara yang berbeda jika kita akan menyusun 4 buah buku dari 7 buku yang ada kedalam rak buku.

Penyelesaian :
Dengan prinsip perkalian banyaknya cara untuk menyusun 4 buku dari 7 buku adalah  7 x 6 x 5 x  4 adalah 840 cara.
     Jika kita gunakan simbul factorial untuk menandai hasil tersebut adalah :
     


     Secara umum banyaknya permutasi n obyek (0 < r < n) dinotasikan dengan dibaca permutasi r dari n dan dirumuskan sebagai berikut:

Contoh:
     Berapa banyaknya bilangan yang terdiri dari 3 angka yang dapat disusun dari angka-angka 1 , 2 , 3 , 4 dan 5.
Penyelesaian :              

e.    Permutasi n obyek yang tidak semua berbeda
Dalam suatu himpunan n obyek , jika terdapat a obyek jenis pertama yang sama,  b obyek jenis kedua yang sama dst hingga  c  cara obyek jenis ke k yang sama maka banyaknya permutasi dari n obyek yang setiap kali diambil seluruhnya dirumuskan sebagai berikut:
                 
dimana    a + b + c = n



Contoh :     Berapa huruf permutasi dapat terjadi dari huruf-huruf dalam kata “MAMMA” bila setiap kali diambil seluruhnya.        Penyelesaian :  

f.     Permutasi Siklis( Permutasi berputar)

Permutasi Siklis( Permutasi berputar) adalah permutasi yang disusun menurut suatu putaran tertentu, misalnya mengelilingi suatu kurva tertutup sederhana.
Banyaknya permutasi siklis dari n unsur dapat diperoleh rumus sebagai berikut :
      

Contoh :
     Suatu panitia beranggotakan 5 orang mengadakan rapat mengelilingi meja bundar ada berapa carakah mereka menempati 5 kursi yang tersedia.
     Penyelesaian :    





1 komentar: